Puisi hati

 


C 210407 CINTAKU
Cintaku, aku menulismu.
Kau adalah bagian dari hidupku, hidup yang penting.
Cintaku aku akan menulismu kalimat demi kalimat, dan dari satu paragraf ke paragraf selanjutnya. Maaf kalau tulisanku tidak indah, atau sepuitis W Shakespears atau Kahlil Gibran, karena aku bukan mereka. Karena aku adalah aku. Jadi inilah kisah cintaku.
Aku yang sedang menulis cintaku, dimulai dengan pencarianku tentang cinta sejati. Biar saja orang menertawakan aku apabila mengatakan mencari cinta sejati. Mungkin tidak indah awalnya. Pasti lebih sulit di awal sampai kemudian menjadi lebih mudah pada kesempatan selanjutnya.
Inspirasiku hari ini adalah menemukan wanita yang pantas untuk dicintai.
Apakah memang ada wanita yang tak pantas untuk dicintai? Ada. Yaitu wanita yang lupa akan diri mereka sendiri jika mereka adalah wanita. Lalu jika ada yang bertanya bagaimana bisa ada orang yang lupa dengan diri mereka sendiri? Sebab mereka tak berusaha untuk mengingat lagi kalau mereka adalah wanita maka merekapun lupa jika pribadinya adalah wanita. Seorang wanita yang pantas dan layak menerima cinta prianya. Mungkin inilah sebagian alasan kenapa wanita ditinggalkan lelakinya setelah lama dalam kebersamaan, bahkan yang menyakitkan dulu prianya mati-matian mengejarnya.


Kemarin malam aku telusuri rumah ke rumah di tempat aku tinggal. Entah kenapa tak ada satupun wanita yang menarik hatiku. Sebenarnya ada namun ia lebih memilih kawan lelakiku, ya sudahlah biarkan ia memilih lelaki itu.
Mungkin kekecewaanku padanya yang membuat aku mencari-cari alasan kenapa aku harus mencari yang lain. Pertama karena ia tidak suka padaku karena kau kalah ganteng dengan kawanku. Fakta ini memang menyakitkan. Kedua karena ia ….. sepertinya kurang terhormat jika aku mengobral kejelekan orang lain apalagi ia menolak cintaku.


Aku telah menemukan alasan sederhana kenapa aku pantas dicintai wanita cantik, karena aku laki-laki.
Lalu suatu waktu aku tersadar kenapa aku harus repot mencari-cari wanita yang biasa saja, bukankah Tuhan sudah memberi petunjuk untuk mencari wanita yang baik, cantik, keturunan terhormat, kaya lagi. Dan ternyata penekanan tuhan ada pada wanita yang baik. Siapakah wanita baik itu?
Wanita baik itu datang dari keluarga baik-baik, yang beragama baik pastinya. Karena sekarang banyak wanita yang beragama tetapi tidak baik. Jadi yang bisa aku lakukan adalah mencari orang yang baik agamanya lalu bertanya apakah ia memiliki gadis baik pula? Pencarian dimulai dari sekitar tempat tinggalku. Kemudian ke luar daerah.
Apabila ketemu maka aku akan mendatangi keluarga mereka dan mengenalkan diri, serta menyampaikan maksud untuk mencari istri. Diterima atau ditolak aku sudah tahu jawabannya, itulah kenapa aku rutin mengikuti acara motivasi tiap Selasa di radio Fm.
Pastinya yang kudatangi tidak boleh hanya satu keluarga, sebanyak mungkin lebih baik.
Tuhan, berikan aku kekuatan melaksakan misiku mencari gadis pujaan hati dan ketemu walau sesulit apapun prosesnya. Karena aku tahu yang baik pasti lebih sulit. Kekuatan yang utuh dari awal sampai akhir. Pencarianku ini aadalah bukti pelayananku padaMu atas perintahMu supaya aku hidup berpasangan Dan tidak sendiri. Agar aku tidak menjadi pemuda yang menyesal menghadapMu sebelum membuat penerus di dunia ini.
Tuhan. Aku tahu aku harus melakukan sendiri tugasku ini, namun Kau maha bijaksana, maka bimbinglah aku agar aku berhati teguh dan terus memandang tugas mulia ini dengan khusuk tanpa berpaling.


S
22
04
07ebaiknya tulisan ini berhenti di sini, sebentar. Apabila aku teruskan isinya pasti hanya hayalan-hayalan manisku saja.
Mulai detik ini kuputuskan untuk setia kepada cintaku.
Caranya adalah dengan menjadi pribadi yang anggun yang pantas untuk dicintai. Dengan tidak melakukan hal-hal rendah pada wanita, menghormat dan menghargai wanita. Berpikir buruk terhadap wanitapun tidak boleh.
Langkah selanjutnya adalah mengabdi pada cintaku, tidak mengkhianati kepercayaannya, tidak menciderai ketulusan dan pengorbanannya dalam mengarungi hidup bersamaku.
Sebelum aku dipertemukan dengan cintaku,
Tugasku adalah memperbaiki diri terlebih dahulu sehingga ketika aku dipertemukan dengan cintaku aku lebih siap, lebih damai dan membahagiakan, lebih bernilai. Memperbaiki diri terus menerus.
Tugasku adalah mejalani hidup penuh gairah, ceria, dan percaya bahwa keajaiban sedang aku alami. Keajaiban yang lebih besar lagi akan datang, ku sambut dengan berani.
Tugasku adalah berkasih sayang, sehingga mengundang kekuatan yang lebih besar untuk lebih mengasihi dan menyayangi aku, mempertemukanku dengan cintaku yang penuh kasih sayang pula.
Tugasku adalah bersyukur sekaligus bersabar dalam penantian syahdu.
Bersyukur karena telah hidup dalam pengertian yang seimbang tentang hidup dalam cinta. Bersabar karena tahu saat itu akan datang tidak lama lagi. Saat yang mengharukan melebihi tampaknya kemenangan, saat terkabulnya doa-doa.
Cintaku dengarlah pengakuanku.
Aku jujur padamu.
Inilah aku.


Aku adalah aku. Aku bukan pangeran dalam cerita Cinderella yang memiliki kekayaan dan ketampanan. Aku adalah aku. Aku mungkin tidak kaya, tetapi kekayaan macam apakah yang mampu menandingi ketentraman hidup kita, anak-anak kita yang sehat dan baik, apakah yang bisa mengalahkan ketertarikan kita untuk bersama-sama mengarungi samudera cinta yang berlayar jauh sedang bendera kita adalah kejujuran.
Jika banyak lelaki berjanji sehidup semati dengan pasangannya, kau tahu itu gombal. Anehnya banyak wanita yang luluh dengan mantra gombal itu, karena saking bahagianya lupa bahwa penggombal itu jika punya kesempatan akan membuktikan kegombalannya. Maka jika aku mengucapkan janji setia itu, aku pasti berlapang hati apabila engkau mengingatkanku di saat-saat aku mulai menjauhi jalur cinta kita.


Kekasihku, doaku agar aku selalu mencintai. Hanya kamu.
Tiap pagi aku membuka mataku aku berterima kasih pada Tuhan. Atas anugerah cinta luar biasa ini.
Doaku semoga calon cintaku diberkahi kesehatan, pikiran baik, sikap baik, dan hidup yang baik.
Mungkin dia sedang berdoa untuk dipertemukan denganku-cinta sejatinya.
Aku menjadi malu jika tidak menjadi lelaki yang baik karena diseberang sana ada seorang wanita yang sedang memintaku menjadi pendampingnya.
Betapa malunya aku, jika dia menangis berlama-lama dalam doanya, meminta segera dipertemukan dengan lelaki baik pujaan hatinya.


Ooh. Sungguh dosa besar, karena perbuatanku menghalangi terkabulnya doanya. Meminta di pertigaan malam akhir untuk segera bersatu denganku namun aku hanya terbuai mimpi .
Cintaku, doakan juga aku supaya aku berubah menjadi baik. Dengan begitu kita akan segera bertemu dan aku bisa segera meneruskan cerita cintaku.
Karena aku tak tahu, siapa diantara kita yang menghalangi Doa-doa kita, maka aku berdoa semoga Tuhan membalikkan hati kita yang berbeda menjadi hati yang sama, jiwa yang satu dalam kebaikan dan kasih sayang.


Aku jadi mengerti sekarang.
Gagalnya meraih cintaku bukan karena tidak cukupnya uang, bukan karena aku tak punya pekerjaan, bukan karena aku masih menunutut ilmu, karena tidak cukup baiknya diriku. Mungkin Tuhan masih menyayangiku dengan menggagalkan dipertemukannya aku dengan cintaku agar aku tidak menyiksa cintaku, menelantarkannya dalam kebodohanku, agar tidak ada kata PISAH.
Apabila kita cukup penyayang dalam pikiran, kata dan perbuatan maka pengucapan kata cinta & sayang semakin mempertegas pribadi kita.
Apabila kita cukup penyayang dalam pikiran, kata dan perbuatan maka pengucapan kata cinta & sayang maka belum munculnya kesempataan mengatakan cinta pada dia sebenarnya kita sudah mengatakannya dalam bahasa berbeda.
Sebaliknya tidak cukupnya kasih sayang, adanya kesempatan mengucapkan kata cinta hanya sebagai gerbang pertama menuju penderitaan sampai dia tahu ternyata kita hanya berpura-pura menyayanginya demi tujuan pribadi – kesenangan sesaat. Kecuali Dalam perjalanan itu anda berubah dan belajar terus untuk menjadi pribadi penyayang – selamat.


C
30
04
07intaku, ketahuilah saatnya kita segerakan mengucap janji yang agung dalam kebersamaan. Terimalah hadiah dari aku. Aku telah persiapkan PITA-R sebagai hadiah untukmu. Cukup dengan PITA-R ini aku siap hidup denganmu, menulis cerita cintaku.
P itu adalah Kesiapan Psikis,
I itu adalah Kesiapan Ilmu
T itu adalah Kesiapan ber Tanggung jawab
A itu adalah Kesiapan datangnya Anak
R yang terpenting yaitu Kesiapan Ruhiah.


Cintaku, adakah tujuan lain dari cintaku ini selain untuk memuliakanmu?
Adakah yang lebih tepat bagiku kini selain persiapan menjelang bersatunya kita dalam satu bahtera yang siap mengarungi lautan ketidakpastian hidup. Darimu – bersatunya kita adalah sebagai cara bagiku menjadi lelaki sejati. Menjadi lelaki yang didambakan wanita, lelaki yang lebih baik yang selalu dikagumi dan diidamkan perempuan. Perempuan itu adalah engkau cintaku.
Bila nanti Ayahandamu dan ibundamu calon orangtua keduaku meragukan aku sebagai pemuda, dengan bertanya sebuah tanya yang selalu merisaukan hati beliau - yang mulia yang baik yang merawatmu - baik malam atau siang, maka bantulah aku nanti membuktikan bahwa prasangka beliau padaku sangat salah.


Dengan rela hati akan kuperas keringatku sehingga tetesan rejeki itu kutampung dalam cawan suci, kupersembahkan padamu sari-sari langit yang penuh berkah. Berkah yang mengalir ibarat aliran sungai yang tak terputus menuju ke samudera dalam.


Sedikit yang mencukupi lebih indah daripada banyak namun tak mencukupi.
Dengan gembira kusampaikan hasil jerih upayaku padamu, Dan engkau cintaku menghidangkannya dalam jamuan makan seperti perayaan, bukankah hari-hari yang akan datang kita berjanji melaluinya dalam perayaan tiap hari. Perayaan sederhana bukan menjadi kendala bagi gembiranya hati kita atas janji-janji Sang Maha Pemberi – Hidup dalam kecukupan - .


Hari itu segera datang Cintaku.
HARI engkau mengantarku pergi berjihad, hari di setiap langkahku ada doa dalammu, hari engkau selalu rindu menunggu aku datang dari berperang. Hari ketika senyummu menjadi penguat jiwaku, hari tertawa renyah dan manjamu mengingatkanku agar aku bisa menempatkan sifat kekanak-kanakanku sebagaimana mestinya.


Hari aku katakan padamu betapa beratnya medan laga dan kau mendengarkan dengan seksama cerita beratku kemudian kau katakan kesulitan itu hanya sementara, kesulitan itu akan berlalu. Hari ketika aku membutuhkan kesejukan dengan menatap beningnya kedua bola matamu, memelukmu.
Hari itu akan kubawa ke dalam hari ini.
Kutanggung bebanku di atas punggungku.
Kupastikan aku bertindak, mencoba. Sampai aku dapatkan tetesan rejeki pertamaku. Bahkan tetesan selanjutnya kuanggap sebagai tetesan pertama begitulah cara menjaga kobar semangat demi cintaku.


Kukenali apa hak-hakku dan hak-hak cintaku.
Cintaku, engkau adalah karunia pertama Tuhanku.
Engkau adalah alasan bagi terbukanya pintu kesempatan yang selama ini tertutup. Engkau alasan kuat kutemukan jalan lain yang lebih lapang yang tak pernah kudapati sebelum aku bertemu dengan Cintaku.


Cintaku, engkaulah tabir rahasia hidupku.
Apa yang tersembunyi dalam diriku aku melihatnya jelas sekali pada dirimu. Cintaku, engkau cermin pribadiku. Aku memohon padamu - belahan jiwa - agar kau tidak menipuku, agar kau tidak memberikan gambar yang bukan gambarku.


Aku yang sedang menulis cintaku, dimulai dengan penggalian informasi tentang keberadaanmu yang masih samar. Kau mungkin berada di kerumunan banyak orang sehingga aku tak bisa membedakanmu dengan yang lain.
Dalam perjalanan ini alangkah indahnya jika aku mengenalmu secara pribadi, sehingga mantap hatiku, menetapkan hati memilihmu.


Mengenalmu secara pribadi, tidak berarti aku harus berlama-lama berduaan denganmu, berbincang-bincang denganmu, dan bukan berarti jika aku mengucap salam dan bertanya kabar padamu maka aku sangat mengenalmu.


Ketahuilah, bulan malam ini tanggal 12. Langit cerah tanpa mendung, rembulan bersinar indah. Aku selalu ingin berbagi kasih denganmu pujaanku di bawah sinar rembulan yang romantis diiringi derik jengkerik malam, belalang pagar, di desa dan rumahku yang paling pojok, yang senantiasa hening karena menunggu kehadiranmu. Tanpamu, kunang-kunang dalam penglihatanku hanya semakin menyayat kalbu.


Sungguh aku ingin berbagi cerita saat ini. Namun pada siapa?
Nah, kau pasti bisa menerka apa yang aku rasakan kali ini.
Jangan kau makin jauh, apalagi berbalik memusuhiku.
Masih perlukah kuungkapkan kembali isi hatiku bahwa aku mencintaimu. Aku mencintaimu tanpa syarat. Baiklah! Akan selalu kukatakan padamu agar keraguanmu padaku hilang, aku akan katakan paling sedikit empat kali dalam sehari jika aku mencintaimu. Mencintai tanpa syarat dan aku memelukmu. Sekali lagi, Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu…………….


Tidak ada lagi tujuanku kini selain segera menyatu denganmu.
Cinta, kau pasti bertanya padaku ; dapatkah aku dipercaya? Semua yang kuungkapkan kebenaarannya?, semua yang kau saksikan dariku?
Menyenangkan sekali jika Kau masih meragukanku. Alasanmu adalah bahwa kau tak ingin terburu-buru membuat kesimpulan. Aku suka kekritisanmu itu.
Sayang, apa Engkau belum menyaksikan tanda-tanda kesungguhanku, apakah Engkau tidak melihat goresan dalam, sebuah goresan yang dalam. Goresan dalam penantian menunggu dipertemukan dengan doa-doa kita agar segera terkabul sebagaimana yang terus kupanjatkan sejak mulai menulis cerita cinta ini.


Love, aku tak keberatan jika nanti kau banyak bertanya pada padaku. Apalagi mencurigai aku yang hanya bermanis-manis di awal kemudian menjadi sepah. Sebenarnya yang sedang kau uji itu siapa? Keyakinanku atau kepercayaanmu? Atau Engkau hendak menimbang berapa berat kadar kemurnian cintaku?


Sudah banyak kesalahan yang dilakukan manusia sebelum, sekarang Dan sesudahku dengan mempersulit diri atau menggampangkan yang longgar dalam pencarian kriteria cinta terbaiknya.
Terjadinya kesalahan itu karena keseimbangan ditinggalkan.
Honey. Sadar sekali aku bahwa pribadi yang sempurna seandainya tidak mungkin, maka aku sempurnakan cintaku. Perjalanan ini merupakan proses membangun cinta yang sempurna. Seratus persen.


Sempurna tanpa syarat. Tidak harus berprofesi tertentu, tidak harus berprestasi akademik tertentu, wajah yang ………., karena kecantikanmu sebenarnya adalah cermin indahnya hatiku dalam memandang ciptaan Yang Maha Mencipta dengan sangat sempurna.
Semua Wanita itu Cantik.
Harapan-harapan yang terlalu tinggi akan pasangan hidup, beserta deretan tuntutan yang tidak semestinya, kriteria-kriteria yang membebani pasangan pada akhirnya berlabuh di kapal yang menumpuk kekecewaan-demi kekecewaan.


My dear, sekarang memang aku bukan lelaki super.
My dear, dengarlah aku. Aku sedang beristiqomah memperbaiki diri dan menempa jiwa demi Engkau, agar aku pantas mendapatkan dirimu.
Sang Maha Berkehendak telah mengajarkan aku mutiara kehidupan. Dengan menguliti pembungkus kesadaranku, sakit sekali, aku terluka, kemudian aku mengerti.
Dulu aku menduga bila wajah-wajah manis yang kukenal, ibarat kupu-kupu indah terbang dari bunga ke ranting dan pohon berbeda. Mungkin itulah yang kucari. Kenyataannya bukan. Dugaanku begini ternyata begitu. Maka, Aku belajar dari kesulitan.
Wahai engkau yang penyayang dan tulus. Selamat atas kasih sayang dan ketulusanmu. Bagi engkau yang tidak maka bersegeralah. Agar hati yang sering berbolak-balik dan dibolak balikan menjadi damai.
Engkau yang membangunkan pasangannya dengan kecupan kasih dan kelembutan suara, sayang bangunlaah.


Cintaku, aku sedang menertawakan ketololanku tentang pengertian kebersamaan dalam penghormatan yang arif tentang kekurangan masing-masing. Apabila nanti engkau tidak pandai memasak, ya sudahlah. Bukankah masakan apapun sangat tergantung dari hati yang menikmati makanan tersebut? Dan Yang Maha Mengatur pasti telah mengatur untuk memberi anugerah selera makan terhadap masakanmu. Aku sangat menghargai kesungguhanmu menyajikan hidangan dalam perayaan kita setiap waktu. Beruntungnya aku mendapatkan pendamping sepertimu.
Indahnya hidup dalam syukur, sabar, dan keselarasan. Maka bahagia adalah hadiah. Bahagia bukan sesuatu yang harus kita kejar. Bahagia telah disiapkan Dia Yang Maha Mempersiapkan.
Ijinkan aku melihatmu sebelum kita mengikat janji suci, sebelum kita minta restu pada seribu sahabatku, seribu sahabatmu. Ijinkan aku melihatmu sebelum sorotan kamera mengabadikan momen kita. Sebelum namaku-namamu disatukan oleh kata DENGAN yang dibingkai gambar hati yang bersinar.


Sebelum semuanya terlambat dan berakhir menyedihkan.
Ada sebuah jaminan bila engkau ijinkan aku melihatmu, JAMINAN KELANGGENGAN HIDUP BERSAMA. Bukankah sudah ada sebuah teladan seorang lelaki yang berpisah dengan pasangannya tujuhpuluh kali lalu pada sebelum mengikrar janji sucinya yang ke 71 ia melihat pasangannya dan hidup bersama selamanya.
Ijinkan aku melihatmu pada waktu aku diperbolehkan tidak menundukkan pandangan di hadapanmu.


My love. Waktu melihatmu merupakan waktu spesial. Sebuah kekhususan yang diajarkan Sang Khusus lagi Maha Bijaksana. Dan kekhususan itu tidak melanggar.
Jika aku berkeras melihatmu karena jaminan hadiah yang akan kita terima, hadiah yang telah dipersiapkan dan syarat meraihnya yaitu melihatmu.
Bergembiralah My Love, dengan melihatmu artinya aku memuliakanmu.
Dengan melihatmu, semakin menambah rasa ketertarikanku padamu. Semakin senambah semangatku segera menyelenggarakan ucapan janji suci.
Sekali lagi, ijinkan aku melihatmu. Karena melihatmu bukanlah dosa.
Jangan menolak bila aku melihatmu, bahkan alasan menjaga kesucian itu bertentangan dengan aturan universal Sang Maha Mengatur.


My Love, aku pastikan bahwa yang aku lihat adalah sesuatu yang pantas dilihat.
Aku tidak bersedia jika hanya memandang fotomu.
Bagiku itu tidak cukup.
Tidak ada alasan keberatan bagimu, sebagaimana aku melihatmu maka engkaupun bisa mempelajari aku.
My love, aneh sekali masyarakat kita yang melarang seseorang yang utama melihat betis pasangan ikrar janji suci. Namun membiarkan anak gadisnya dilihat melebihi sekedar hanya betisnya. Tidakkah sangat memilukan kenyataan seperti itu, belum lagi kisah yang menyayat-nyayat dan semua sudah sangat terlambat bila kurang tepat berucap DARURAT.


MY LOVE, hasil penglihatanku tentangmu adalah kehormatanmu.
My Love, itu adalah rahasia terbesar hidupku.
My love, semua itu adalah wujud kokoh dan sucinya niatku padamu.
Duhai mempelai jiwaku, engkau ada Dimana sekarang?
Aku perhatikan bahwa hanya sang mempelai jiwalah yang mampu mendengar keluh kesah pasangannya dengan tulus. Bahkan buah cinta mereka takkan sanggup. Hanya kamu satu yang mampu membangkitkan semangatku ketika semua yang kuusahakan seolah di ujung. Aku tahu mantra ajaibmu, “AKU ADA BERSAMAMU”


Bisa apa aku sekarang? Apabila engkau tak juga hadir.
Perjalanan jauh yang telah kualami kemarin semakin menegaskan betapa pentingnya seorang kekasih. Bila ia tidak sedang bersama dalam perjalanan maka di tempat yang berbeda ada yang merindukan untuk berjumpa, kerinduan bercampur doa suci kepada sang kekasih.
Bisa apa aku sekarang? Aku seperti tidak berarti.
Bahkan meratappun tak berguna, menangis untuk siapa?
Tiada yang mampu menandingi ratap tangis demi cinta.
Apabila engkau tepat dihadapanmu, memandang penuh haru padaku. Dengarlah aku yang ingin berbagi cerita. Karena cintaku ibarat arus air yang mencari muaranya. Muara itu adalah kamu.
Aku seperti diguncang-guncang oleh pengertianku tentangmu. Guncangan itu bertambah dari hari ke hari. Kadang menyerupai gempa dasyat sebagaimana penciptaan bumi yang tak tenang sebelum diberi gunung di atasnya.


Bumi berputar, nasib ibarat roda pedati pak Tani. Aku pernah menulisnya di buku harian masa laluku……, yang memprihatinkan adalah aku tidak ikut berputar seperti roda yang kadang di atas kadang di bawah. Aku justru berada di bawah roda pedati cinta yang dari waktu ke waktu terus menerus melindasku sampai aku temukan dirimu.
Cinta ini membuatku gila, seolah wajahku terbelah dua. Satu sisi kegilaan Dan sisi lain adalah kecintaan.
Hadirlah segera hadir.
Hadirmu yang membuatku utuh.
Hadirmu membuatku kembali berharga.
Kau dimana mempelai hatiku?
Tiap-tiap cinta punya kisahnya sendiri. Kenapa aku harus menjalani kisah cinta yang bukan kisahku?


A 180607
Apabila aku sedang tidak jatuh cinta, aku tak bisa menulis kisah cintaku.