ETIKA HIDUP BERTETANGGA DI KOTA

 

Setelah saya menulis tentang Etika Bisnis Memasang Kabel Internet di Perumahan, saya ingin menuliskan tentang Etika hidup bertetangga di Perumahan. Apabila Menulis Etika ini, mungkin tulisan ini akan menjadi sangat panjang dan berseri dalam beberapa artikel terpisah namun saling terkait satu dengan yang lainnya.

Etika pertama yang ingin saya bahas yaitu cara menghidupkan mesin mobil.

Perhatikanlah bahwa jarak antara saru rumah dengan rumah lain yang begitu berdekatan, berakibat bila Anda menghidupkan mesin mobil, entah mobil Anda Toyota Avanza seri terbaru atau mobil Suzuki Carry versi lawas, maka Sadarilah bahwa Asap mesin mobil Anda mungkin masuk ke rumah tetangga sebelah Anda. Boleh jadi tetangga Anda terganggu dengan asap Anda, tetapi Anda tidak menyadarinya. Semoga setelah membaca tulisan ini, Anda menjadi sadar dan menghormati tetangga Anda. Jadi bila memanaskan mesin mobil Anda, carilah cara agar asapnya tidak menggangu tetangga terdekat Anda.

Coba bayangkan bila ternyata tetangga Anda punya anak kecil, digendong oleh neneknya, dan apa salah dari Kedua manusia tersebut harus menghirup karbon dari mobil Anda? Tidakkah itu sebuah dosa yang tidak disadari?



Etika Kedua : Cara memakan buah Durian.

Ini juga berlaku bila Anda makan buah-buahan yang lain, atau makan makanan yang Ada bungkusnya. Mungkin Anda membeli durian tersebut menggunakan uang Anda sendiri, tetapi ketika membuang kulitnya ke Sampah maka tahukah ANda, bahwa tetangga Anda mungkin saja ingin makan durian juga tetapi tidak punya uang sehingga tidak mampu beli durian, Lalu dalam hati : tetangga Anda mengelus dada, nelangsa karena tak mampu beli durian seperti Anda. Mungkin Ada  baiknya dan lebih bijak bila Anda juga mengirimkan buah durian barang satu buah ke tetangga kiri kanan Anda.

Hal ini juga berlaku dengan makanan yang ada bungkusnya, misalnya Anda beli makanan cepat saji, Mc.D, atau Pizza Hut, KFC, layanan Antar seperti go food - oke food melalui gojek - okejek, dan pengiriman siap antar lainnya.
Ingatlah, Jagalah hati tetangga Anda, itulah kenapa kita diajari untuk berbagi kepada tetangga kita. Misalnya kita buat kuah, banyakin airnya dan berikanlah - antarkanlah kepada tetangga Anda.

Maka tidak salah, sebuah tradisi bancakan yang mengirim tetangga kirim kanan makanan, entah bubur, entah nasi kuning, entah undangan kenduri tumpeng dan macam berbagi lainnya. Dan jangan hanya berhenti saat aqiqah anak Anda, syukuran ulang tahun dan hal lainnya yang terjadi hanya sekali seumur hidup, atau hanya setahun sekali.

Bagaimanakah anda dapat makan dengan lahap, sementara tetangga Anda menelan ludah, menahan diri tersiksa batinnya karena tidak mampu beli makanan seperti Anda. #jadi marilah kita peduli dengan tetangga.

Etika ketiga : Hormati Pagar Ayu tetangga Anda

Ingatkah Anda istilah rumput tetangga terlihat lebih hijau? Ini sebuah ilusi duniawi yang bila tidak didasari dapat mengakibatkan kehancuran dan rusaknya tata aturan hidup bermasyarakat. Tidak peduli Anda lelaki atau perempuan, ada pagar ayu di masing-masing rumah, dan janganlah coba-coba merusak pagar ayu tersebut. Sungguh zina itu perbuatan yang keji dann seburuk-buruknya jalan, Jangan Dekati Zina ~ Kutipan dari Ayat Suci Alquran. 

Sebelum melakukan Action merusak tetangga, hal itu mungkin diawali oleh tipuan mata lahir Anda yang melihat pasangan orang lain lebih menarik. Ya seperti itulah ilusi : bahwa sesuatu yang belum kita miliki itu selalu menarik dan menjadi membiasa saat sudah kita miliki. Sadari Hal ini. Lalu bila Ada pikiran-pikiran yang menggangu - pikiran kotor : segera CUT - Potong dan Hapus. Caranya dapat ANda pelajari di Teknik NLP [Neuro-Linguistic Programming]  

Etika yang keempat dan selanjutnya akan saya bahas di Artikel berikutnya. Saya stop karena saya akan melakukan sholat Magrib.

ILYAS AFSOH | HIPNOTERAPIS INDONESIA
TELP -SMS - WA 0821-4150-2649