Update Info Dunia Coaching #hotahay April 2019

Tulisan ini saya ambil dari Tulisan panjang dari Coach Riza Zacharies perihal GUIDE KERAS Mencari Business Coach/Konsultan dkk
...
Saya sangat memahami jika ada resiko bola panas terpental kesana-kemari. Maka, saya pun berupaya menjaga sedemikian rupa agar efeknya tidak berdampak buruk terhadap semua Guru atau Coach yang baik, yang jumlahnya jauh lebih banyak dari OKNUM.
Maka, saya sampaikan di forum ini, beberapa GUIDE KERAS bagi siapapun temans dan sahabat yang memerlukan bantuan seorang Coach atau Konsultan atau sejenisnya.

Menggunakan bantuan seorang Business Coach, atau Konsultan atau Mastah, adalah katalis percepatan pertumbuhan bisnis. Namun, sebagaimana pernah saya sampaikan, materi ‘guide memilih Guru’, berikut saya sampaikan GUIDE KERAS mem-verifikasi_nya terlebih dahulu:

a. Mulai dari “mengadu” pada Allah. Berdoa. Minta padaNYA apa yang kita butuhkan. Minta padaNya solusi atas beban yang sedang kita pikul, atau kebingungan yang ingin kita urai. Minta petunjukNya agar dipertemukan dengan solusi yang tepat. Ingat, Rasulullah yang paling taqwa saja, tetap meminta pada Allah, saat (contoh) minta Islam dikuatkan oleh salah satu dari 2 Umar. Umar ibn khattab atau Umar ibn Hisyam (abu jahal). Allah kasih Umar ibn Khattab. Pastikan, kita luruskan niat bahwa semuanya untuk kebaikan, bagian dari ikhtiar, bagian dari ibadah.

b. Sesuaikan dengan kebutuhan kita. Apa kebutuhan kita saat ini? Jika kita paham situasi atau kondisi yang paling kita butuhkan, maka kita mudah menentukan siapa yang harus kita cari.

c. Jika spesifik, sebaiknya yang kita cari adalah KONSULTAN atau MASTAH. Misal, perbaikan SDM. Maka carilah pakar praktisi konsultan bidang SDM. Keuangan, pun demikian. Produksi atau produktifitas, pun demikian. Atau online selling, branding, maka bisa kita cari konsultan/mastah di bidang itu.

d. Jika mencari solusi atas permasalahan di bisnis kita yang membuat kita bingung? Boleh cari PENDAMPING BISNIS. Cari Pendamping Bisnis yang memang (jauh lebih baik) seorang pebisnis. Namun sekali lagi, pastikan rekam jejaknya terbukti.

e. Bagaimana dengan COACH atau BUSINESS COACH atau PERSONAL COACH? Sebaiknya cari yang memang memiliki sertifikat sebagai Coach professional. Tapi dia bukan pebisnis? Ya nggak masalah. Selama sesuai dengan kebutuhan kita, silakan saja. Seorang coach professional biasanya bersertifikat resmi dan mungkin mereka juga menguasai NLP dkknya, sebagai skill yang menempel dengan dirinya.

f. Bagaimana dengan Coach lain? Mastah atau konsultan lain? Boleh juga. Sepanjang kita mampu pastikan memang sesuai dengan kebutuhan kita.

g. Maka, langkah berikutnya adalah, cari referensi dari proses yang sudah mereka jalani dengan mitra mereka. Konsultan, mastah, coach, pendamping bisnis yang MEMILIKI REPUTASI BAIK, pasti TIDAK SUNGKAN memberi informasi REKAM JEJAKnya. Tidak cukup bertanya siapa saja yang pernah mereka bantu, lanjutkan dengan meminta nomer kontak untuk memastikan bahwa reputasinya terbukti baik. Lanjutkan dengan ‘beneran’ kontak “user” yang pernah menggunakan jasanya.

h. Lebih baik lagi (sangat dianjurkan) jika disertai dengan shalat istikharah, berdoa agar Allah jauhkan dari tipudaya, dan bertanya pada hati nurani: jika tenang dan condong, inSyaAllah itu kebaikan (al birr). Jika ragu dan was-was, itu dari syeithan/napsu.

i. Tanyakan dan cari tahu reputasi orang/lembaga tersebut ke “senior” praktisi bisnis yang di husnudzani baik dan berpengalaman.

j. Gunakan AKAL dan LOGIKA.
Bukan EMOSI. Jangan sekedar ‘gumun’, terpukau, hebat dalam bicara atau meyakinkan. Tidak cukup! Gunakan langkah-langkah di atas. Pengecekan dll. Saya pernah bertransaksi sampai “nyaris” 1 milyar dengan seorang konsultan. Dulu sekali. Tapi itu jadi pembelajaran kuat dan tidak boleh saya sesali. Pernah juga akan minta pendampingan bisnis ke seorang guru hebat. Namun begitu membaca draft perjanjiannya, saya memutuskan untuk tidak jadi lanjut. Meski saya sangat hormati beliau.
Saya ada meminta konsutan spesifik untuk perbaikan hal yang spesifik. Sepanjang kita clear, maka inSyaAllah clear juga.

k. Ikat dengan legalitas yang jelas, clear. Penuhi hukum syariah Islam (tidak boleh gharar: musti jelas hak dan kewajiban masing-masing plus resikonya). Penuhi juga standar hukum positifnya. Perjanjian legalnya. Plus saksi-saksi.

l. Tawakal Ilallah.
TIDAK BOLEH menggantungkan hasil hanya sebab kita MERASA menemukan Coach/Konsultan, Mastah dll yang hebat. Merasa bahwa mereka akan mampu memenuhi harapan kita. Ingat, Allah yang izinkan. Bahwa ikhtiar dan yakin dengan ikhtiar? Boleh bahkan harus. Namun bab hasil, serahkan sepenuhnya pada ketetapanNYA. Tentu saja, proses ikhtiar dan syarat-syaratnya sudah dipenuhi terlebih dahulu.
Jika hasil tetap mengecewakan? Banyak faktor. Bisa ada yang salah, bisa juga kita lakukan hal pembatal hak baik, atau masih belum Allah izinkan..tetap husnudzan padaNYA.

Demikian pembelajaran dari ramainya dunia Coaching di Sosial media 
ILYAS AFSOH | NLP COACH
0821-4150-2649
Tinggal di Semarang Jawa Tengah 

No comments:

JASA HIPNOTERAPI

JASA HIPNOTERAPI
KLINIK HIPNOTERAPI
Back to Top