PENGAKUAN KECIL YANG MENGGEMA KE PELOSOK NEGERI


Ada seorang wanita yang mampu membangun kerajaan media bernilai satu miliar dolar hanya dengan “mulut”-nya. Ia adalah Oprah Winfrey. Acara yang dibawakannya, Oprah Winfrey Show tidak hanya mencapai 22 juta penonton di Amerika Serikat, tetapi juga ditayangkan di 14 negara di dunia.  Acara ini terus merajai peringkat talkshow televisi siang hari, selama kurang lebih 20 tahun.

Saat pertama kali ia membawakan acara ini, peringkatnya sangat rendah dan hanya menjadi program bincang-bincang kelas tiga di wilayah Chicago. Namun, ia berhasil melambungkan peringkat acara ini dan mengubahnya menjadi Oprah Winfrey Show yang tayang secara nasional, dalam waktu sebulan.



Oprah Winfrey berasal dari kawasan Harlem yang kumuh, tidak memiliki prestasi akademis, dan sebagai wanita pun ia tidak tergolong menarik. Bahkan, ia pernah mengalami kekerasan seksual dan merasakan getirnya menjadi ibu di luar nikah pada usia 14 tahun. Bagaimana seorang wanita seperti beliau bisa menjadi pembawa acara bincang-bincang ternama yang memikat seluruh penduduk dunia? Banyak orang menyebut kelebihannya terletak pada rasa simpatinya. Ia mengganti kekurangannya dengan ucapan hangat yang mampu merangkul dan menghibur lawan bicara. Semua itu berkat kemampuan bicaranya yang mumpuni. 

Pada September 1986, seorang wanita yang dikucilkan akibat incest hadir menjadi bintang tamu dan menceritakan masa lalunya. Karena merasa dilihat oleh seluruh dunia, ia ragu-ragu untuk mengungkapkan isi hatinya. Obrolan terhenti dan suasana menjadi sunyi sehingga siaran tidak berjalan mulus.



Saat itu, Oprah Winfrey membuka suara sambil menatap wanita itu dan berkata, “Sebenarnya saya juga pernah merasakan.”

Suasana di studio langsung ramai bertanya-tanya apakah ada kesalahan pada acara tersebut. Sulit dipercaya bahwa seorang Oprah Winfrey adalah korban incest. Namun, hal itu benar adanya. Oprah dengan santai menceritakan masa lalunya. Sang bintang tamu pun memperoleh keberanian dan kemudian menuturkan kisahnya dengan lancar. Studio banjir oleh air mata dan tayangan pada hari itu menimbulkan reaksi hangat dari seluruh dunia. Sejak saat itu, Oprah Winfrey Show bertransformasi menjadi acara bincang-bincang terbaik di Amerika.



Bagaimana jadinya jika saat itu Oprah terus menyembunyikan masa lalunya dan hanya memandang bintang tamu? Program itu pasti akan mencatat peringkat terburuk, meskipun Oprah memiliki kemampuan bicara yang cerdas dan hebat. Orang-orang pun akan meninggalkan acara tersebut. Namun, berkat ucapannya yang hangat dan jujur memperlihatkan lukanya sendiri, Oprah mampu mengangkat acaranya ke puncak keberhasilan.

Ia menjadi pemenang dalam kontes kecantikan Miss Fire Protection saat berusia 17 tahun karena kemampuan bicaranya. Apakah kemampuan seperti ini bawaan lahir? Tidak. Sejak kecil, ia dilatih neneknya membaca Injil. Inilah yang membuatnya mampu bercakap-cakap hingga ia dijuluki pendeta kecil. Ia menjadi pemimpin wanita dunia dengan ucapannya yang simpatik. Kehidupan Oprah berubah karena berbicara.

Ditulis ulang dari buku "Bicara Itu Ada Seninya"

Pelatihan public speaking basic dan advanced 10-11 Agustus
Soho Office lt.2 Surabaya
Pendaftaran 0821-4150-2649
Fasilitator: Mr Ilyas Afsoh
www.public-speaking.id

No comments:

Back to Top