KITA HIDUP DI ZAMAN INFORMASI



Kebanyakan orang sekarang ini telah mendengar bahwa kita hidup di zaman informasi. Kita tidak lagi terutama kebudayaan industri, melainkan kebudayaan komunikasi. Kalau ada sesuatu yang mencirikan dunia modern, itu adalah arus informasi besar-besaran yang hampir-hampir tak terbayangkan. Dari buku, film, pemutar lagu, dan chip komputer, informasi baru ini membombardir kita dengan data yang luar biasa banyaknya untuk dilihat, dirasakan, dan didengar. Di masyarakat ini, mereka yang punya, informasi dan sarana untuk mengkomunikasikannya mempunyai apa yang dipunyai raja dulu ̶  ̶ kuasa tak terbatas. Seperti ditulis oleh John Kenneth Galbraith, “Uang itulah yang mendorong masyarakat industri. Tetapi di masyarakat informasi, bahan bakarnya, kuasanya, adalah pengetahuan.

Sekarang telah kita lihat struktur kelas baru yang dibagi menjadi mereka-mereka yang punya informasi dengan mereka-mereka yang harus berfungsi dari ketidak-tahuannya. Kelas baru ini mempunyai kuasanya bukan dari uang, bukan dari tanah, melainkan dari pengetahuan. Di dunia modern, informasi itulah komoditi para raja. Mereka yang mempunyai akses terhadap bentuk-bentuk pengetahuan khusus itulah yang dapat mengubah diri sendiri dan, dalam banyak hal, seluruh dunianya. Jenis pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk mengubah kualitas kehidupan kita tersedia bagi semua orang. Itu ada di setiap toko buku, setiap toko video, setiap perpustakaan. Anda akan mendapatkannya dari pidato dan seminar dan kursus. Dan kita semua ingin sukses. Informasinya ada.


Sesungguhnya, bahkan di zaman informasi pun, informasi tidaklah cukup. Seandainya yang kita butuhkan hanyalah ide dan berpikir positif, kita semua sudah mempunyai anak kuda ketika masih kecil dan kita semua sudah menjalani “kehidupan impian” kita sekarang ini. Tindakan itulah yang menyatukan setiap sukses besar. Tidakan itulah yang menghasilkan hasil-hasil. Pengetahuan hanyalah kuasa potensial hingga jatuh ke tangan seseorang yang tahu bagaimana caranya mendorong diri sendiri mengambil tindakan yang efektif. Malah, definisi harfiah dari kata “kuasa” itu adalah kemampuan bertindak.


Yang kita perbuat dalam kehidupan kita ini ditentukan oleh bagaimana kita berkomunikasi dengan diri sendiri. Di dunia modern, kualitas kehidupan itu tergantung kepada kualitas kominikasi. Apa yang kita bayangkan dan kita katakan kepada diri sendiri., bagaimana kita bergerak dan menggunakan otot tubuh kita dan ekspresi wajah kita akan menentukan berapa banyak dari apa yang kita ketahui itu akan kita gunakan. Seringkali kita terjebak dalam perangkap mental berupa melihat orang yang luar biasa sukses dan menganggap mereka sukses kerena mempunyai karunia khusus. Padahal kalau dilihat lebih dekat, akan tampak bahwa karunia terbesar yang dipunyai orang yang luar biasa sukses itu lebih daripada rata-rata orang adalah kemampuan mendorong diri sendiri untuk mengambil tindakan. Itulah “karunia” yang siapa pun bisa mengembangkannya sendiri.

Ditulis ulang dari buku "Unlimited Power (Kuasa Tak Terbatas)"

Sertifikasi NLP Semarang 15-20 Agustus 2019
Ibis Hotel Semarang
Tanggal 15-20 Agustus 2019
Fasilitator: Coach Ilyas Afsoh
www.hipnoterapisemarang.net

No comments:

Back to Top