HIPNOTERAPIS DAN PSIKOLOG : PERBEDAAN- PERSAMAAN- MANFAAT - LAYANAN PRO Merupakan artikel ke-2 Yang ditulis Oleh Kak Nisa (Psikolog dan Hipnoterapis Jogja)
Whatsapp: 0882-0093-98888
Instagram & Tiktok: @layavara.id
APA KABAR (Mental Health) JOGJA?
Halooo semuanya bagaimana kabarnya di hari ini? Apakah
baik-baik saja atau malah sedang bad mood? Dari skala 0 – 10, angka 0
untuk tidak baik dan angka 10 untuk sangat baik, maka saat ini mood teman-teman
berada di angka berapa? Jika hari ini sedang merasa bad mood entah
karena teman, pekerjaan, keluarga, dll, tidak apa-apa, semua emosi yang
dirasakan teman-teman itu valid karena layak untuk diakui. Teman-teman sangat
diperbolehkan untuk memberi jeda kepada dirinya terlebih dahulu ya. Berikan jeda
kepada diri sendiri, dapat diberikan dengan membatasi komunikasi dengan orang
atau hal yang merupakan sumber terjadinya emosi tersebut. Kenapa harus kasih
jeda kepada diri sendiri? Supaya emosinya dapat dikelola dengan baik dan tidak
badmood berkepanjangan lagi.
Apabila kita menjalani hari-hari dengan perasaan yang bad
mood, maka hal tersebut sama saja seperti menyimpan emosi negatif di diri
kita. Terkait dengan emosi negatif, istilah ini tentu tidak asing di kalangan
psikolog maupun hipnoterapis, karena dalam kesehariannya mereka berhadapan
dengan berbagai hal yang menjadi sumber emosi negatif pada klien. Dikarenakan
psikolog dan hipnoterapis berkecimpung di dunia tersebut, maka terkadang klien
kebingungan harus pergi ke psikolog atau hipnoterapis untuk menyelesaikan apa
yang dirasakannya. Apakah psikolog dan hipnoterapis itu merupakan profesi yang
sama? Atau justru malah berbeda? Yuk kita kupas tuntas terlebih dahulu terkait
persamaan dan perbedaannya.
APA PERSAMAAN PSIKOLOG DAN HIPNOETRAPIS ?
Apa saja yang menjadi persamaan antara psikolog dan
hipnoterapis? Persamaan antara psikolog dan hipnoterapis adalah sama-sama
bertujuan untuk membantu individu mengatasi berbagai permasalahan psikologis
maupun emosional agar kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Dalam praktiknya,
baik psikolog maupun hipnoterapis membangun hubungan yang didasarkan pada rasa
percaya, empati, dan menjaga kerahasiaan klien. keduanya juga membantu klien
mengenali sumber permasalahan, menemukan solusi yang sesuai, serta mendampingi
proses perubahan menuju kondisi yang lebih sehat. Oleh karena itu, baik
psikolog maupun hipnoterapis sama-sama berperan penting dalam mendukung
kesehatan mental, meskipun pendekatan, kompetensi, serta kewenangan yang
dimiliki berbeda.
Tadi kita telah membahas persamaan psikolog dengan
hipnoterapis, sekarang kita akan membahas perbedaan antara psikolog dengan
hipnoterapis. Menurut teman-teman, apa saja sih yang membedakan antara psikolog
dengan hipnoterapis? Nah perbedaan mendasarnya terletak pada psikolog yang
diharuskan untuk menempuh pendidikan akademik Sarjana S1 Psikologi dan
mendapatkan gelar S.Psi. Kemudian untuk mendapatkan gelar ‘’Psikolog’’ maka
sarjana psikologi dapat melanjutkan pendidikannya dengan mengambil program Magister
Profesi Psikologi atau Pendidikan Profesi Psikologi. Dengan adanya bekal
pendidikan tersebut, psikolog memiliki kompetensi untuk melakukan asesmen
maupun intervensi psikologis. Sebagai seorang praktisi, intervensi psikologis
yang digunakan oleh psikolog yaitu yang menggunakan konseling dan psikoterapi
yang ditujukan untuk mengubah pola pikir, perilaku, mengembangkan potensi diri,
serta meningkatkan kesejahteraan psikologis pada seseorang.
Sementara itu, hipnoterapis merupakan seseorang praktisi yang
berasal dari berbagai latar belakang pendidikan yang mengambil sertifikasi dari
pelatihan khusus dari sebuah lembaga yang kredibel untuk mendapatkan gelar non
akademik seperti CH (Certified Hypnotist), CHt (Certified Hypnotherapist), dan
CPHt (Certified Professional Hypnotherapist). Hipnoterapis merupakan seseorang
yang berperan sebagai praktisi dengan menggunakan teknik hipnosis untuk membawa
klien menjadi lebih rileks dengan kondisi trance (relaksasi dan fokus perhatian
mendalam), kemudian seseorang yang sedang dihipnoterapi oleh hipnoterapis dapat
terhubung dengan pikiran bawah sadar yang ditujukan untuk mengubah persepsi,
kebiasaan buruk, manajemen stres dan kecemasan, serta fobia dan membantu
penanganan terkait trauma dengan diberikan sugesti positif sesuai dengan
kebutuhanan dan kondisi diri klien.
PILIH PSIKOLOG ATAU HIPNOETRAPIS?
Apakah psikolog sudah pasti merupakan seorang
hipnoterapis dan sebaliknya? Jawabannya adalah belum tentu. Seperti yang sudah disampaikan
sebelumnya bahwa terdapat beberapa tahapan yang diperlukan untuk mencapai gelar
psikolog maupun hipnoterapis. Jika seorang psikolog ini menjadi hipnoterapis,
maka psikolog tersebut perlu untuk mengambil sertifikasi pelatihan khusus sesuai
dengan ketentuan yang berlaku untuk menjadi seorang hipnoterapis. Begitu pula
sebaliknya, seorang hipnoterapis tidak serta merta menjadi seorang psikolog
apabila tidak menempuh sebagai sarjana psikologi dan magister profesi psikologi
atau saat ini akrab dikenal dengan pendidikan profesi psikologi.
Apakah jika seorang klien yang datang ke psikolog, maka
permasalahannya akan cukup diselesaikan oleh psikolog saja? Atau malah
memerlukan bantuan dari seorang hipnoterapis? Dan sebaliknya apakah klien dari
hipnoterapis juga memerlukan psikolog? Permasalahan klien tentu bisa
diselesaikan sendiri oleh psikolog maupun memerlukan bantuan dari seorang
hipnoterapis. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena hal ini disebabkan oleh kebutuhan
dan kondisi masing-masing klien seperti permasalahan yang dimiliki, respon serta
progres yang telah terlihat pada klien pada sesi yang telah dilakukan
sebelumnya. Terkadang saat seorang psikolog yang mendapatkan klien dengan
permasalahan yang membutuhkan bantuan hipnoterapis, maka ia akan refer klien
tersebut untuk ditangani oleh hipnoterapis. Hal ini dapat dicontohkan dengan beberapa
kasus seperti fobia tertentu atau kondisi yang dapat memperoleh manfaat dari
teknik hipnosis, maka hal tersebut lebih optimal dengan bantuan dari
hipnoterapis yang berkompeten.
Begitu pula jika seorang hipnoterapis yang mendapatkan
klien dengan permasalahan yang membutuhkan bantuan psikolog, maka ia akan refer
(rujuk) klien tersebut untuk ditangani oleh psikolog. Hal ini dapat dicontohkan
dengan hipnoterapis yang mendapatkan klien yang memerlukan untuk mendapatkan
intervensi berupa sesi konseling mendalam, sehingga akan lebih cocok jika
direfer atau dirujuk kepada psikolog. Maka dapat disimpulkan bahwa psikolog dan
hipnoterapis walaupun memiliki peran yang berbeda, akan tetapi dapat saling
melengkapi satu sama lain sesuai dengan kebutuhan klien. Didasari oleh
persamaan pada tujuan utama, yaitu memberikan layanan terbaik agar klien dapat
memperoleh penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
SIAPA PSIKOLOG DAN HIPNOTERAPIS JOGJA?
Yang terpenting adalah dengan memilih tenaga profesional
yang memiliki kompetensi, pendidikan, serta sertifikasi yang sesuai. Jika masih
bingung harus berkonsultasi ke mana, jangan ragu untuk menghubungi tenaga
profesional agar dapat mendapatkan arahan yang tepat sesuai dengan kondisi yang
dialami oleh diri sendiri. Teman-teman jangan bingung untuk mencari psikolog
dan hipnoterapis dalam satu layanan, di Laya Vara Consulting teman-teman dapat
ditangani oleh psikolog sekaligus hipnoterapis. Di Laya Vara Consulting,
teman-teman bisa untuk mengambil sesi konseling saja, sesi hipnoterapi saja,
maupun bundle (paket) sesi konseling + hipnoterapi sekaligus loh.
Selain itu kami juga menyediakan screening kesehatan
mental bagi teman-teman yang ingin mengetahui keadaan kesehatan mentalnya saat
ini. Layanan kami dapat dilakukan baik secara online maupun secara offline,
setiap hari senin – minggu dari pukul 08.00 – 22.00 WIB. Kami dapat melakukan
layanan by online via telfon, video call dan google meet/zoom, maupun offline
datang ke lokasi Laya Vara Consulting maupun home visit ke rumah teman-teman di
DIY dan sekitarnya. Lokasi Laya Vara Consulting di Daerah Istimewa Yogyakarta,
tepatnya di Bantul. Info lebih lanjut teman-teman dapat menghubungi ke
Whatsapp: 0882-0093-98888,
Instagram: @layavara.id, dan
tiktok @layavara.id.

