-->

AI Mengambil Alih?

Dunia seperti ini sudah dapat diprediksi bahwa kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil alih tugas manusia, kita dapat bercermin dari mesin-mesin robot yang mulai dipekerjakan untuk menggantikan tenaga manusia yang terbatas. Semisal linting rokok, konon kalau manusia yang melinting akan sedikit hasilnya belum lagi kalau faktor error- tidak masuk kerja, sementara robot linting rokok bekerja terus menerus tanpa henti - sangat produktif. 

Mungkin kita pernah menyaksikan tontonan bagaimana mesin pembuat roti dapat bekerja dengan cepat dan higienis atau mesin-mesin robot lainnya yang dapat kita cari di youtube sangat detail dan akurat. Nmaun aku membaca buku Pak Hermawan Kartajaya Marketing 5.0 tentang hotel di Jepang yang memecat separuh robotnya karena faktor kendala teknis dan robot tidak sehangat manusia. 

Artinya sisi-sisi humanisme tetap tidak akan tergantikan oleh robot / kecerdasan buatan. Selalu ada peluang dan uang ketika kita berhubungan dengan manusia. Maka dunia hipnoterapist selalu eksis dan dibutuhkan sepanjang zaman. tertarik jadi hipnoterapist? Kalau aku komitmen menjadi Trainer Hipnosis Indonesia. 

  MENULIS SEBAGAI MEDITASI 

Manusia akan terus menulis meskipun sudah ada AI (Artificial Intelligence) yang mampu membuat artikel secara otomatis dengan sumber daya tidak terbatas di jagat internet. Alasannya menulis sebagai terapi diri, menulis sebagai meditasi sebagaimana yang disampaikan oleh Mr AS Laksana bahwa inti meditasi adalah fokus - ini aku tulis secara bebas dari kalimat beliau - sebuah latihan untuk fokus. 

Aku mengenal beliau sebagai master eriksonian indoneia, yang dulu aku ingin sekali belajar hipnotis pada beliau namun tidak pernah direspons, sampai saatnya aku beli buku beliau Menghidupkan Gus Dur, dan ikut kelas menulisnya - Menggambar kalimat. Kelas menulis yang belum selesai aku praktekkan sampai saat ini. 

Dengan menulis membuat seseorang berlatih memfokuskan pikirannya yang sering melompat-lompat-berpindah-pindah tanpa disadarinya, pindah dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya, dari satu masalah ke masalah lainnya, satu kegaduhan ke kegaduhan lainnya. 

Kita membiarkan pikiran kita autopilot, bekerja secara otomatis melalui serbuan segala macam urusan yang mungkin sekali bahwa itu sebenarnya bukan urusan kita. Dan ini terjadi berhari-hari selama hidup kita. 

Meditasi Vipassana 

Perhatikan seseorang yang sedang bersila dalam meditasi Vipassana, ia melakukan tarikan nafas dan menghembuskannya sebagai sesuatu yang ia sadari bahwa perutnya mengembang dan mengempis, suatu kesadaran bahwa ia sedang bernafas, ia berfokus pada gerakan perut. 

Jika dalam proses menyadari gerakan perut tersebut tiba-tiba ia terganggu oleh pemikiran yang melintas di dalam benaknya, kemudian dia memberikan perhatian lintasan pikiran tersebut. Misalnya dia teringat dengan robot-robot buatan yang saat ini menggempur konten digital - auto posting, maka dia dapat mengatakan kepada dirinya sendiri, "Aku ingat dengan bot posting otomatis digital," dia ucapakan kalimat tersebut sampai kembali fokus pada gerakan perut. 

SPONSORSHIP

Back to Top