-->
Showing posts with label doa ruqyah mengobati anggota tubuh yang sakit. Show all posts
Showing posts with label doa ruqyah mengobati anggota tubuh yang sakit. Show all posts

Ruqyah- Ruqyah Mandiri - Ruqyah Rumah dan Toko - Ruqyah Sariyyah


 

1. RUQYAH ADALAH 

Ruqyah secara etimologi (Ar-Ruqyah) bentuk jamaknya (Ar-Ruqa) artinya Jampi-Jampi- Mantra, Suwuk, Rapalan. Terkadang bermakna azimah (jimat), dalam lisanul arob ruqyah didefinisikan sebagai jampi-jampi yang baik. aL fAIRUZ berkata," Yang dimaksud azimah-azimah adalah ruqyah. 

Ruqyah adalah doa perlindungan, jamknya ruqaa. Kita katakan : aku meminta ruqyahnya dan ia meruqyahku,ia disebut raqi.... dikatakan :Peruqyah meruqyah dengan suatu jampi artinya adalah ia meminta perlindungan dan menghembuskan nafas dalam doanya.- Imam Ibn Al-Mandzur. 

Ruqyah yakni doa dan perlindungan (penjagaan) dengan membaca ayat-ayat Alquran Al karim, Nama nama Allah dan sifat-sifatnya, disamping doa-doa syarie yang menggunakan bahasa Arab atau selain bahasa Arab yang diketahui maknanya, disertai hembusan nafas, untuk menghilangkan penderitaan, penyakit atau untuk semua macam hajat,"

Alhafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani mengatakan bahwa pengertian Ruqyah adalah ucapan / kalimat-kalimat uang dibacakan untuk kesembuhan segala macam gangguan atau penyakit. 

Imam Ath-Thibi mengatakan "Doa apapun yang dibacakan untuk kesembuhan," 

Alhafidz (bnu Atsir mengatkan "Ruqyah adalah perlindungan yang dibacakan kepada orang yang tertimpa penyakit seperti demam, kesurupan, dan penyakit lainnya.

Aljauhari dalam Al-Misbah 1/232 mendefiniskan ruqyah adalah setiap mantra-mantra perlindungan disertai tiupan yang ringan (An-Nafts) tanpa ludah. 

Dapat disimpulkan bahwa apabila Ruqyah itu Doa- ya itu benar, namun makna doa di sini mengalami kekhususan makna hanya untuk "MENGHARAPKAN KESEMBUHAN".  sehingga tidak semua doa boleh dikatakan ruqyah. Oleh sebab itu, kurang tepat bila ruqyah disandarkan pada Selain Kesembuhan, Misalnya perkataan Ruqyah untuk mencari barang hilang, mendatangkan jodoh,pelaris dagangan, melejitkan karier, menolak hujan, memanggil hujan. 

Kesimpulannya Ruqyah adalah doa dari Alquran atau hadits atau perkataan salafussholih untuk mengharapkan kesembuhan bagi seseorang yang sakit jasmani atau ruhani.- Gus Amak- (Allamah Alaudin Shidiqi M.Pd.I) - Founder JRA Jamiyyah Ruqyah Aswaja. 

2. SEJARAH RUQYAH 

Metode pengobatan dengan ruqyah telah ada sejak zaman Jahilliyah, bahkan metode pengobtanjampi/ruqyah adalah metode pengobatan tertua di muka bumi ini, sebelum berkembangnya dunia kedokteran/medis. Pada Awalnya Rasulullah mengharamkan ruqyah : "Sesungguhnya ruqyah/jampi,jimat, pelet adalah sebuah kesyirikan," 

Dalam hadits di atas memang tidak terkandung kalimat haram secara tekstual,namujn telah menjadi suatu yang maklum bagi seorang mukmin bahwa kesyirikan adalah sesuatu yang haram. karena kesyirikan adalah kedzaliman yang besar. Lalu setelah datangnya islam dan diturunkannya Alquran - metode Ruqyah disesuaikan dengan syariat islam- yang prakteknya mengjauhi menyekutukan Allah SWT. 

Mengutip hadits dari Tuan Auf bin Malik Al-Asyja'i radhiyallahu Anhu : Dahulu kami meruqyah di zaman jahiliyah, lalu kami bertanya "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?" Beliau menjawab Tunjukkan padaku cara-cara ruqyah kalian, ruqyah-ruqyah itu tidakmengapa selama tidak mengandung syirik,"
 
Para Ulama sepakat atas diperbolehkannya meruqyah dengan 3 syarat :
  1. Harus dengan kalamullah/ Alquran, nama dan sifatNya
  2. Menggunakan bahasa Arab aau setidaknya bahasa yang dimengerti maknanya oleh diri sendiri atau orang lain.
  3. Meyakini bahwasanya ruqyah tidakberefak dengan dzatnya secara sendirinya, melainkan dengan dzat Gusti Allah. 
Tidak boleh meyakini ruqyah itu menyembuhkan, Hanya Gusti Allah Sang Maha Penyembuh yang Menyembuhkan segala Penyakit. 
Peruqyah tidak mempunyai kuasa untuk mengangkat penyakit, mengeluarkan jin, sihir, Ain. 

3. Pembagian Ruqyah ada 2 : Ruqyah haq dan Ruqyah Bathil. 

Jadi Ruqyah Syar-iyyah itu tidak ada, yang ada ruqyah Ruqyah benar dan ruqyah yang salah. Sebagaimana riwayat dari Sayyidi Khorijah ibnu Sholt dari pamannya - yaitu Alaqoh bin Shuhar RA.  

Ruqyah Haq memiliki 3 ciri yang sudah kami tuliskan di poin ke-2 sebagaimana pendapat Para Ulama. Di sini kami hadirkan ciri ruqyah bathil (yang dilarang oleh Syariat Islam) :
  1.  Mantra / Lafadz yang tidak dipahami maknanya
  2. Menyebut / memanggil Khodam Jin
  3. Menggunakan benda Najis
  4. Merendahkan nama Allah, Rasul dan Malaikat
  5. Memotong / Mencampur bahasa Alquran dengan bahasa daerah
Hukum melakukan Ruqyah : Dianjurkan bila menggunakan Alquran, dzikir ma;tsurat, hukum kedua boleh tapi tidak dianjurkan bila ruqyah dengan menggunakan bahasa jawa, doa dari Imam Syafii yang digunakan untuk mendoakan rumah yang terindikasi kena sihir, Hukum berikuitnya makruh bila menggunakan bahasa Ajam yang ridak dipahami maknanya contoh "Sim salabim Abrakadabra. Hukum Terakhim Ruqyah Haram bila menggunakan nama-nama selain nama Allah, misal nama jin As-Sulab. 

4. Kaidah Berobat Dalam Islam 

  1. 1. Alquran Sebagai Obat bagi Setiap Muslim  
  2. Alquran Obat pertama dan utama untuk Makhluk yang sakit, bukan obat alternatif
  3. Kesembuhan Adalah Hak Prerogatif gusti Allah dan Manusia wajib berobat.
  4. Penyakit yang diderita manusia berasal dari kesalahannya agar manusia kembali kepada Gusti Allah (sang Maha Penyembuh) 
  5. Taubat sebagai sarana melemahkan setan dan bala Tentaranya 

5. Kode etik ruqyah Haq 

Ada setidaknya 99 etika seorang praktisi dalam melakukan ruqyah, dan hal tersebut wajib dipenuhi sebagai professional ruqyah Aswaja. Saya kutipkan 6 hal utama tata krama ruqyah haq : 
  1. Penuh kasih sayang terhadap marqi/marqiyyah - jangan main vonis seperti, "ini Antum salah pakai jimat, percaya tahayyul, melakukan amalan-amalan bidah, gara-gara ziarah kubur ini," 
  2. Memilih Kata-kata yang santun dalam menasehati orang yang diruqyah - jangan diomelin 
  3. Luruskan akidah- kesembuhan dari Gusti Allah 
  4. Berikan Motivasi dan Semangat, Hindari mengatakan,. "Ada jin yang bersemayam dalam tubuhmu," hal ini membuat pikiran klien tambah kacau bahkan down dan menjadi mental block, "ini gara-gara jin,"
  5. dampingi dengan mahram, untuk menghindari fitnah
  6. Apabila tubuh klien telah dikuasai jin, tenang, slow, istirahat jangan dipaksakan karena dapat membuat tubuh klien ngedrop. Bila Jinnya masuk dari jalur marah,maka bacalah bacaan dengan sirri pelan-pelan. 

6. Adab Memukul Dalam Ruqyah 

Kalimat Al Dharbu dalam kitab-kitab ruqyah jangan diartikans ecara tekstual memukul, membunuh, tetapi artikan sebagai tepukan ringan. Dan berikut PAnduan memukul orang yang diruqyah :
  • Pukul dengan ringan, bukan dengan keras yang melukai sehingga membekas memar di tubuh klien 
  • Jauhi tepukan di wajah - meskipun terkadang mata manusia sering diganggu bangsa jin 
  • Dilarang memukul di daerah terlarang misal tenggorokan, ulu hati, pangkal paha, kepala, wajah 
  • Jangan Memukul sambil Marah 
  • Pukulan ringan / tepukan boleh di daerah punggung, telapak kaki, tangan. 

7. Asal-Usul Penyakit PAda Manusia 

Penyakit manusia berasal dari sifat dan perilaku manusia, disebabkan oleh dua hal yaitu : Marah dan Sedih. Kemarahan berlebih dapat berdampak pada Lambung bermasalah, susah BAB, nyeri dan panas di USus, lambung panas, kepala sering pusing, dampak kemarahan yang over sakit diabetes - timbul dari marah gelisah kecewa yang timbul dari faktor psikis, dampak kemarahan terlalu yang ketiga yaitu penyumbatan pembuluh darah di otak. 

Kesedian menurut ilmu ruqyah dapat disebabkan oleh sihir dengan media ditanam di tanah, faktor kesedihan yang lain karena psikologis seseorang, dampak kesedihan berlebihan :
  1. Tumor / kanker 
  2. melemahakn sistem imun 
  3. permasalahan di limpa
  4. insomnia, makan tidak teratur
  5. disfungsi organ,kebutaan/tuli 

Bersambung ....

Back to Top