-->

CUCI OTAK DARI BOM BUNUH DIRI MENGGUNAKAN HIPNOTIST?

| 1:35:00 PM |

 SALAH KAPRAH HIPNOTIS

Ada pertanyaan yang masuk kepada kami, sebagai praktisi hipnotist, "Apakah pelaku bom bunuh diri itu dihipnotis dan dicuci otak sehingga bersedia menjadi pengantin meledakkan diri atas nama jihad?" Apakah begitu mudah, seseorang menjadi teroris menebar ketakutan, ancaman, apakah para pelaku itu sudah tidak memiliki hati nurani? 

Hipnosis = CUCI OTAK, Secara keilmuan, hal tersebut tidaklah tepat. Hipnotis tidak sama dengan brainwashing. Di kelas-kelas workshop hypnotherapy yang saya ikuti, tidak ada penjelasan cara mencuci otak orang lain dengan hipnosis. Yang ada yaitu seseorang dapat dihipnosis, bila dia bersedia dan atas kemauan dari diri klien. 

Pada kondisi hipnosis yang sangat dalam (profound somnambulism), ketika critical factor sudah tidak lagi bekerja, tetap ada proteksi mental (Filter) yang ada di pikiran bawah sadar : 
1. Keselamatan Hidup
2. Moral/ Agama 
3. Benar / Salah 
4. Masuk Akal/ Tidak 
Artinya meskipun dalam kondisi alfa-theta, sugesti yang bertentangan dengan keempat filter ini, akan ditolak oleh bawah sadar. 


Tetapi, kenapa seseorang mau menjadi pelaku bom bunuh diri? Bukankah itu sudah menembus filter bawah sadarnya dan dia sudah tidak logis lagi, entah lelaki atau perempuan? Mengapa seseorang bersedia mengabaikan keselamatan diri dan orang lain?, Mengapa perintah yang bertentangan dengan moral/agama dapat masuk juga? Dan Mereka menganggap itu perbuatan yang benar versi kelompok mereka. 

MENGAPA MEREKA MENERIMA PROGRAM NEGATIF? 

Saya tidak akan menjawab secara langsung, namun saya kemukakan saja, bagaimana sebuah ide - gagasan- pemrograman dapat diterima oleh pikiran bawah sadar, entah itu programming yang memberdayakan atau yang memPER-DAYA-kan, 

Ide / program akan mudah masuk ke pikiran bawah sadar melalui jalur-jalur berikut :
  1. Disampaikan oleh figur otoritas. 
  2. Ide dengan muatan emosi yang tinggi
  3. Pengulangan 
  4. Identifikasi Kelompok 
  5. Penguatan Ide oleh sumber-sumber lain. 
Apabila Anda cermati ke-lima hal di atas maka sesungguhnya untuk memasukkan program kepada orang lain, entah positif atau negatif, termasuk agar seseorang bersedia menerima ide- ideologi radikal, bukankah sangat mungkin? Apakah Anda mencermati pergerakan gerakan radikal yang aktif intensif mempengaruhi orang lain untuk bergabung? Bagaimana mereka melakukan rekruitmen? 

Dalam berita yang pernah saya baca, wawancara dengan pelaku rekruitmen teroris, konon katanya hanya dibutuhkan du ajam untuk membuat seseorang bersedia menjadi teroris-pengebom bunuh diri, hanya dengan ngobrol di bus antar kota antar propinsi. 

ANALISIS PRIBADI SAYA, 

Tulisan ini murni pendapat pribadi saya, dan pengamatan terhadap kejadian yang saya amati di masyarakat, membaca informasi online. Bisa benar- bisa juga salah. Oke, kita mulai di paragaraf selanjutnya. 

Seseorang yang mudah tergoda untuk masuk ke kelompok radikal-eksklusif karena : ia tidak memiliki pondasi yang kuat - kepribadian kuat - entah prinsip, ilmu keagamaan yang tidak kuat, sehingga mudah tergoda oleh iming-iming ideologi - pemikiran yang terlihat dahsyat namun sesat. 

Contoh SALAH MIND  PROGRAMMING  : "Negara Anda ini, bukanlah negara yang sah, karena tidak berdasarkan Quran dan Sunnah, Pimpinannya Thagut, Negara ini negara kafir, dan hukum memerangi negara kafir adalah jihad, menghilangkan nyawa orang kafir hukumnya jihad, mati di jalan jihad : pahalanya adalah Sorga. 

Tentu akan berbeda ketika seseorang punya pondasi agama, bahwa Rasullah mendirikan negara itu Darussalam, bukan negara Islam, Negara yang menjamin semua hak warga negaranya, keselamatan bangsa dan negaranaya, mencintai tanah airnya, dan tidak berbuat kerusakan. 

Bagi orang yang menggunakan akal logika kewarasan saja, pasti paham dengan istilah pindah posisi, Bagaimana bila dirinya yang di bom, atau mungkin keluarga dan anak-anaknya, apakah dia bersedia? Dan secara kemanusiaan saja, teori menghancurkan - membunuh orang lain, sudah sangat bertentangan dengan hak asasi kemanusiaan. 

TERPUKAU OLEH FIGUR OTORITAS 

Hati-hati dengan tokoh yang Anda kagumi, sebab kekaguman Anda padanya dapat membuat filter Mental Anda hilang, Anda menjadi tidak logis lagi, yang aktif adalah imajinasi Anda, hayalan kemana-mana,  Anda meng-iyakan saja, apapun yang disampaikan oleh sang Figur (Tokoh) meskipun hal yang disampaikan bertentangan dengan kebenaran. 

Ada kaidah yang mengatakan, "Tidak ada ketaatan kepada Makhluk , di dalam kemaksiatan kepada Sang Khaliq (Gusti Allah)," Apabila hal ini dipegang dengan kuat dan logis maka seseorang tidak akan mudah membunuh orang lain dengan alasan apapun. 

Di sinilah pentingnya kebijaksanaan berdasarkan logika, ilmu, skill dan pergaulan dengan banyak orang, sehingga kita tidak menjadi manusia yang kaku, fanatik, tertutup, dan hanya membela kelompoknya saja, jauh dari ekslusifitas. 

DOKTRIN YANG DIULANG-ULANG 

Kebohongan yang diulang-ulang menjadi sesuatu yang dipercayai. Nah, dapat Anda bayangkan bagaimana seorang konsumen dapat beralih kepada merek produk/jasa yang lain hanya karena program iklan  yang diulang-ulang? Lalu bagaimana seseorang yang tinggal di dalam camp/lingkungan tertutup dan terus menerus dijejali doktrin-doktrin ideologi "ekstrem?"

Saat ini, doktrin-ajaran yang tidak memberdayakan, menyalahkan golongan lain, membenarkan amaliyah dirinya, sangat banyak bertebaran di internet, lihat bagaiamana kalimat-kalimat buruk yang ditulis oleh sekelompok orang yang mengatas-namakan kebenaran namun menyalahkan oranag lain. Andai mereka tahu bahwa LAWAN DARI KEBENARAN ADALAH KEBENARAN LAINNYA. 

Untuk melihat apakah sebuah ajaran itu Doktrin atau kebenaran, cukup Anda lihat, apakah Ajarannya mengajarkan Kasih sayang? Apabila ada ajaran kasih sayang, welas asih maka hal itu merupakan nilai-nilai universal, sebagaimana banyak ajaran kesadaran di muka bumi. Cek, apakah dalam doktrin tersebut mengandung KEBENCIAN? Apabila ada kebencian di dalamnya- tinggalkanlah ajaran tersebut. 

MASUKLAH KELOMPOK KEBAIKAN 

Saat ini, identifikasi kelompok merupakan cara paling ampuh mengubah seseorang. coba kita perhatikan Jamiyah NU- para santri pakai sarung, suka ziarah kubur, manaqib, maulid, cinta NKRI, sangat toleran, banser, dan baru saja mendirikan AYSI Asosiasi Youtuber Santri Indonesia - tepat di khaul emas 50 Tahun KH Abdul Wahab HAsbullah [Pahlawan Nasional]. 

Cek juga Jamiyah Muhammadiyah, PKS, LDII, atau Persis, dan kelompok-kelompok dengan aqidah dan ideologinya tercermin dari baju, perilaku, dan cara bersosial medianya. Apakah mereka suka menghujat, mengkafirkan, menyesatkan golongan yang lain? Atau kelompok anti riba, celana cingkrang, pelihara jenggot, pecinta motor gede, atau komunitas youtuber. 

Begitu masuk ke dalam kelompok, maka otomatis secara drastis atau perlahan, membuat seseorang berubah, entah suka musik atau mengharamkan musik, sesuai dengan identitas kelompoknya. Apakah toleran atau puritan. Intinya - bijaksanalah memilih halaqah - pergaulan - komunitas, saya memilih menjadi hipnoterapis professional Indonesia.

Tulisan ini, masih jauh dari sempurna, di waktu yang akan datang, akan kita kupas lagi bagaimana salah kaprahnya hipnosis. 

ILYAS AFSOH - Tinggal di Semarang Jawa Tengah. 



GENDAM NUSANTARA 919

Back to Top