-->

KALIMAT "SUGESTI" PILIHAN MENDIDIK ANAK DI RUMAH

 CHILD SUGGESTIONS "BE GREAT"

Ayah-Bunda, ketahuilah bahwa setiap perbuatan, kata-kata dari orang tua merupakan sugesti hipnotis bagi anak-anak. Disadari atau tidak, Yuk mulai hari ini kita bersama-sama belajar memilih kata-kata saat berkomunikasi kepada anak-anak dan siapapun yang ada di dalam rumah. 

Ada ajaran yang sangat masyhur - agar kita berbuat yang terbaik kepada ahli keluarga kita, dan anak-anak merupakan bagian dari keluarga. Sebaik apa? Apa standartnya? DAri tinjauan hipnotis, pilihlah kata-kata dan perbuatan yang kita contohkan untuk memperogram keluarga kita menjadi Orang-orang hebat. Ingat, di usia anak yang di bawah 12 tahun, pikiran yang aktif adalah bawah sadar. 

Baru setelah usia 13 tahun ke atas, filter pikiran sadar anak-anak aktif, maka tidak heran bila sudah SMP - anak-anak mulai terlihat kritis, kadang membantah, berargumen, mencari alasan, menandakan filter sudah mulai aktif. Kita sebagai orang tua tidak dapat menggunakan ancaman- makian - kekerasan agar anak berperilaku seperti yang kita mau. 


1. I Control Myself 

Apakah Anda mudah marah dan kesal terhadap perilaku anak yang tidak sesuai dengan harapan, pagi, siang, sore, malam nonton TV tidak berhenti-henti, saat diminta mematikan TV, ada saja alasannya. Atau saat Anda sedang serius berfikir dan bekerja di depan laptop, tiba-tiba anak Anda datang menganggu, entah minta gendong, tiba-tiba penvet-pencet keyboard, atau mengagetkan dengan gebrak pintu.

Ketimbang memarahi anak yang membuat mood anak jadi tidak bagus, Atau Anda marah-marah memukul anak, yang nantinya hanya membuat Anda menyesal, atau membuat dada semakin sesak, membuat pikiran tambah kacau, coba kita ubah reaksinya dengan cara seperti ini :

Sadari bahwa : Anak-anak minta perhatian dan mengajak main-main. Maka Hentikan pekerjaan, luangkan 10 menit bermain dengan mereka. Anggap respon ini sebagai waktu istirahat dan jeda yang dikirimkan Gusti Allah pada kita agar kita rehat sejenak bersama anak-anak. 

Coba gerakan menarik nafas lewat hidung dan hembuskan perlahan lewat mulut, ulangi sampai 3x dan biarkan anak Anda melihat respon Anda, bahwa Anda sedang melakukan manajemen marah, dengan mengucapkan "aku mengendalikan diriku," Ini disebut juga pattern interupt dari marah meledak-ledak. 

2. Talk with your head aligned 

Ada nasehat yang cukup bagus, saat bicara dengan anak usahakan tinggi kepala orang tua dan tinggi kepala Anak sama tinggi. Caranya bila Anak dalam posisi berdiri penuh, coba kita bicara dengan berlutut, bila kita bicara dengan posisi kepala lebih tinggi - hal ini mudah mengakses state marah dan ada kesan- aku lebih kuat dan berkuasa darimu Anak Kecil. 

Konon, bicaralah kepada anak lelaki di telinga kirinya lalu peluklah dia, niscaya kata-kata kita masuk ke pikiran bawah sadarnya. Kalau bicara dengan anak perempuan - tatap matanya, wajah ketemu wajah dan saling berhadapan, hal ini membuat anak gadis jadi nyaman dengan pesan-pesan kita. Cobalah !!!

Gunakan  suara yang lembut, jelas dan tidak berteriak saat memberikan nasehat. Teriakan yang dicontohkan oleh orang tua, berpotensi untuk ditirukan anak ketika menjawab pertanyaan orang tua dengan berteriak juga. Contoh teriakan berupa kata-kata - mimik muka dan otot leher tegang, auto terdownload oleh anak-anak, banyak orang tua tidak menyadarinya. 

3. No more screaming at home.

Anda sedang berjuang mengurangi teriakan dan kemarahan Anak-anak di rumah, mulailah dengan diri kita yang lebih sabar saat memberikan permintaan, ingat kita meminta anak- bukan memerintah. Anak tidak suka disuruh-suruh. 

"Ayo nak, waktu main game online sudah habis," ulangi sugesti ini beberapa kali, membuat anak sadar dari asyiknya main hp, Ingat ulangi dengan penuh perasaan, halus, sabar, nada suara rendah tanpa kemarahan. Hal ini perlu dilatih dengan sungguh-sungguh. 

Ulangi sugesti dengan nasehat saat bicara dan bincang-bincang santai dengan anak, "Nak, Mulai hari ini, esok dan seterusnya, tidak ada lagi teriakan di rumah ini," Karena hipnosis itu efektif dengan pengulangan. Maka besok- ulangi lagi permintaan ini saat bincang santai dengan anak-anak, sampai program ini masuk ke bawah sadar Anak, dan otomatis -"Anchoring".

 4. INVOLVING USTADZ

Melibatkan figur otoritas, misalnya ustadz di Sekolah, Guru di Pesantren, Kiyai Tempat Anak mengaji. Hal ini efektif pada anak saya, "Kakak, kalau dengar Adzan di rumah, langsung berangkat ke MAsjid/Musholla ya, karena sholat di awal waktu, besar pahalanya," dan perintah itu sangat efektif. anak-anak sangat nurut, otomatis sholat Jamaah ketika Adzan berkumandang di depan rumah. 

Internalisasi ini dapat dilanjutkan dengan program terbaik lainnya melalui guru-guru di sekolah, misal Stop Vandalisme, berhenti corat-coret meja dan tembok, stop berteriak yang tidak ada gunanya di rumah, patuh kepada orang tua di rumah, menjadi Anak Sholeh-sholechah. 

5. LISTEN AND CARRY OUT MY SON!

Stop mengancam anak-anak, "awas kalau kamu tidak menurut kata-kata ayah-bunda, nanti hape kami sita," Terbayang tidak, nanti saat orang tua sudah renta dan tua, sementara anak-anak tumbuh dewasa, lalu anak-anak membalas, "Lakukan ini ayah-bunda, awas kalau tidak!!!! Ancaman dibalas dengan ancaman, itulah cara mendidik yang kurang bijaksana. 

"Nak, dengarkan kata-kata ayah-bunda dan laksanakan Ya," kalimat ini lebih halus, mengena, dan masuk ke bawah sadar anak kita, terus tambahkan dengan, "Semua ini karena mamah-papah sayang sama kamu Anakku," "Ini bukti Bapak-emak Sayang dan peduli denganmu," 

Hindari melakukan sugesti yang salah, "kamu itu, kalau dibilangin, tidak mau mendengarkan!," wasaalam -  maka jangan salahkan anak - bila mereka benar-benar tidak menggubris saat dinasehati. Ini kalimat yang fatal kesalahannya. Orng tua tidak berniat jahat seperti itu, ettapi karena belum paham cara membuat kalimat sugesti positif dan bijak. 

"Sudah berapa kali, mamah bilang, sama kamu, bosan aku mengulang-ulang perintah ini, kenapa kamu gak mau berubah?" eng- ing -eng ... Tahu kan sekarang, dimana letak sumber masalahnya, Kalimat yang kau gunakan untuk menasehati anakku- salah skriptnya, ubahlah dengan lebih baik, belajarlah hipnosis. Pantau terus blog ini ! 

Ilyas Afsoh - 0896.1065.9643
TRAINER - TERAPIST COACH 

Belajar Hipnotis Hipnoterapi Online

Back to Top