-->

ZIARAH KE MAKAM MBAH SHOLEH DARAT SEMARANG

Jangan Menunda!, Karena Waktu tidak pernah berhenti.


Pertama kali saya berziarah ke Makan Mbah Sholeh darat hari kamis malam jumat bersama teman-teman jamaah yasin tahlil musholla Sinar Bukit Asri, 1 mobil Sedan bersama Pak Ali dan Satu Pick up. Sebagaimana kebiasaan warga NU - yang membaca doa berupa Tahlil dan Yasin. 

Berikutnya saya  datang bersama istri di siang hari, yang cukup terik sebagaimana video yang saya upload di youtube saya. Tentang unggahan video berupa jejak digital ziarah ke makam para Auliya ada dua hal yang saling tarik-menarik dalam diriku, antara upload atau tidak. Tetapi kali ini, saya upload saja, semoga menjadi bagian syiar islam. 

Atas taqdir Allah, saya bersama istri hari kamis kemarin jelang 1 Ramadhan 1443 H / 3 April 2022, kembali ziarah dan melihat betapa banyak motor dan mobil yang berjajar di sepanjang jalanan makam, sehingga lalu lintas merayap, tetapi aku masih dapat tempat parkir di dekat jalan masuk gapura makam mbah Sholeh Darat. 

KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat) 

saya mencari-cari referensi online, perihal KH Sholeh Darat, dan saya bertemu dengan wa Groups Kopisoda yang digawangi oleh Mas Ikhwan, tetapi saya ijin keluar dari Group karena informasi di Group campur aduk antara event ngaji dengan posting lain-lain dari masing-masing Anggota. Kabar baiknya saya rutin di broadcast oleh MAs Ikhwan perihal Ngaji rutin kitab Mbah Sholeh Darat.

Pagi ini awal 1 Ramadahan jam 06.00 wib di Radio Dais FM Semarang, ada siaran pembacaan kitab tafsir faidur Rahman karya Mbah Sholeh Darat. Tafsir bertulisan huruf jawa pegon yang sebagian besar dicetak dan terbit di Singapura. Kabar baiknya, beberapa kitab Mbah Sholeh Dicetak oleh toko buku Toha Putra Semarang, ada sekitar 5 sampai 12 macam kitab. 

Diantara kitab tersebut yaitu Lathoifut Thoharah, kitab fiqih tasawuf, yang pernah kita ngaji bersama Abah Achsan, lalu kitab tentang Alquran, yang pernag rutin kita ngaji tiap Sabtu malam ahad sebelum virus cov-19 menyerang sehingga ada pembatasan. 

Pemugaran Makam Syeich Sholeh Darat 

Lantai Makam Mbah Sholeh dipasang marmer, sehingga terlihat bersih dan rapi, khaul dilaksanakan tahunan, kalau tidak salah tanggal 10 Syawwal, persis dengan Khaul Mbah Kiyai Iskandar Umar Abdul Latief  Bendomungal Sidoarjo. 

  Dari MMT Spanduk yang dipasang di dinding makam, makam direnovasi oleh pemerintah kota Semarang, pagar-pagar besi dilepas, sementara kotak untuk perawatan makam tetap tersedia, ada beberapa kotak, entah kotak apa saja, yang pasti penjaga makam menyarankan untuk isi kotak. Dari sini aku belajar kalau ke makam bawa uang untuk isi kotak perawatan, dan parkir kendaraan. 

Perbuatan ngisi kotak itu membuat bahagia penunggu makam, sapa mereka, senyum kepada mereka. Praktek berinteraksi kepada manusia, menghargai tugas penjaga makam, situs, 

Tuduhan : Pemuja Kubur - dan Syirik 

Saat aku kecil di desa tenaru Driyorejo Gresik, aku tidak pernah mendengar bahwa ziarah kubur itu syirik, bid-ah. Justru aku diperintahkan guru-guru Ngaji : Fadhilah ziarah kubur hari kamis berpahala seperti Umrah dan Ziarah Jumat pahalanya seperti hajji mabrur. Begitulah caraku ngaji, modal telinga (mendengar) dan melaksanakan ajaran guru.

Yang aku pelajari dari ziarah kubur itu, tidak meminta kepada ahli kubur, tidak minta kepada orang sholih, tetapi mengambil ibarat bahwa manusia ada ajalnya, mengingat jasa-jasa beliau di masa hidupnya, Andai beliau tidak ada, bagaimana kondisi masyarakat sekarang? Dan bertawasul melalui orang-orang Sholih. 

Kitab yang dulu aku ikut belajar dan mendengarkan perihal ziyarah kubur yaitu kitab Sawahidul Haq karya Syich Ismail Annabhani, kapan-kapan kita tuliskan "nuqil" di blog ini. Yang aku ingat, diantaranya bahwa Syeich Ismail bermimpi melihat Syeich Ibnu Taimiyah bahagia atas terbitnya kitab Sawahidul Haq yang meluruskan pendapatnya tentang ziarah qubur. 

 

GURU DARI PAHLAWAN NASIONAL 

KH Sholeh Darat memiliki murid-murid yang menjadi pahlawan Nasional yaitu : 

1. KH Hasyim Asy-arie (Pendiri NU)

2. KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah)

3. RA Kartini 

Konon RA KArtini menulis surat "Habis gelap terbitlajh terang," karena terinspirasi setelah belajar tafsir Alfatichah kepada Mbah Sholeh Darat. Tunjukkanlah Kami kepada jalan yang lurus, Jalan yang yang Kau berikan nikmat, bukan jalan orang-orang yang kau murkai, dan bukan jalan mereka yang tersesat,"

Karya-karya Mbah Sholeh darat berupa kitab-kitab bahasa jawa pegon sehingga tidak dicurigai oleh penjajah Belanda, dan sudah ada kesepakatan dengan Syeich NAwawi Al-Jawi - bagi Tugas , Kiyai Nawawi menulis kitab bahasa Arab, Mbah Sholeh Nulis kitab pegon jawa. 

Ngaji Asyik kitab Mbah Sholeh darat yaitu kitab syarah hikam yang dibawakan KH Hanif Ismail - Ulama MAsjid Agung Semarang, Ngajinya ngaji tua, kiyai sepuh, mak-jleb. Bahasa pengantar kalem, menggunakan bahasa jawa seperti kiyai-kiyai sepuh jawa timuran.  Kitab yang ditulis lebih dari 100 tahun yang lalu, Aku suka belajar ilmu sepuh ini. 


Baca : Ngaji Alquran sebagai terapi diri 

Lanjut Ziarah ke Mbah Genuk (Habib Awud bin Yahya) 

Ake keluar dari komplek makam bergota menuju makam Randusari ziarah ke Makam Syeich Sahli bin Salim (Murid KH Sholeh Darat), lalu melewati jl Sriwijaya menuju Wonderia (Area makam Mbah Genuk, Mbah Kliwon), makam yang dulu ditutup karena dijadikan wahana wisata kebun binatang. 

Per April 2022 ini di dalam Wonderia telah dibangun langgar, sudah digunakan untuk sholat, tarawih, dan buka puasa saat Ramadhan. Lampu-lampu telah dipasang, sehingga kesan gelap tidak ada lagi. 

Bersyukur dengan adanya langgar dan pembangunan makam sehingga tidak ada lagi muda-mudi yang pacaran di kegelapan Wonderia. 

JUMAT ADALAH HARI ZIARAH

Sebagai warga NU yang memiliki kebiasaan ziarah hari kamis atau jumat, maka aku memutuskan untuk ruton ziarah kubur di Kota semarang tiap hari Jumat badha Ashar. Aku mendapat ide menuliskan rute-rutenya sebagai berikut : 1. Mbah Sambi, 2. Mbah Sholeh Darat, 3. Mbah Hasan Dipuro, Mbah Hasan Munadi Nyatnyono, 4. Mbah Singobarong dan mbah Genuk. 

Beberapa tujuan makam lainnya, seperti Kanjeng Sunan kalijaga, sunan kudus dan muria, masuk ke dalam jadwal tertentu mengajak anak-istri. Khusus saat mudik meniatkan diri Ziarah ke Makam Mbah Wahab Chasbullah, Mbah Bisri Sansuri, Mbah HAsyim dan Gus Dur. Di gresik ziarah ke makam Ustadz Nurchasan, Ningda, Abah Maslih, Mbah Yai Iskandar, Mbah Sahlan. 

Kemungkinan istri ngajak ziarah ke Makam Mbah Yai Asrori Kedinding, mumpung di Gresik. Ada juga himmah ziarah ke Sunan Gresik Maulana Ishaq, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Habib Abu bakar Gresik (Guru Mbah Hamid Pasuruan). masyaallah kalau sudah di sana, banyak sekali Agenda yang dapat dilakukan untuk silaturahmi, Ke Bangil Pasuruan (KH Nurcholish Mustari), Abah Hamzah Kanigoro Sidoarjo, Banyak banget. 

 

Hipnotis Hipnoterapi Online

Back to Top