-->

HIPNOTERAPI SUAMI MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

| 12:11:00 PM |

 SOLUSI MASALAH PERSAHABATAN DAN KELUARGA

Satu saran ampuh untuk memecahkan masalah hubungan sahabat dan keluarga adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Perhatikan bagaimana ketika bicara seseorang bukannya mendengar tetapi menunggu kesempatan bicara, menumpahkan kosakata yang ada di dalam benaknya. Mari, mulai sekarang kita berlatih menjadi pendengar yang baik. berlatih dengan keras. 

Apakah Anda punya suami, ayah, teman dekat pria, perhatikan apakah mereka adalah pribadi dengan kemampuan mendengar yang baik? Dari buku yang saya baca, ternyata pria merupakan tipe makhluk yang sangat buruk ketika berhubungan dengan skill mendengar. Ah, ternyata ketika orang-orang terdekat mereka memiliki kemampuan mendengar yang meningkat maka hubunganpun menjadi lebih baik. 



MAU MENDENGARKAN PASANGAN : ITU RAHASIANYA

Sebagai hipnoterapis dan Konsultan Pernikahan Keluarga di Semarang, saya cermati bahwa kenyamanan yang didapat oleh klien, diawali oleh kemauan saya untuk mendengarkan mereka. Saya dengarkan dengan seksama, bukan dengan telinga, mendengar itu dengan mata. Dari keterhubungan "Building Rapport" menjadi kunci sukses Training - therapy - coaching terhadap klien. 

Hubungan suami-istri yang langgeng, memiliki rahasia sukses membina rumah tangga samawa diantaranya bersedia mendengarkan pasangannya. Hal ini juga berlaku terhadap orang tua dan anak, Apakah seorang ayah bersedia mendengarkan anak-anaknya atau langsung merespon dengan amarah dan suara tinggi terhadap kejadian -kejadian kecil di rumah seperti air gelas tumpah, anak merengek, menangis minta jajan, dll. 

Hubungan Cinta pria-wanita yang putus-nyambung, ganti pasangan nyambung-putus lagi, coba saja perhatikan apakah pria-wanita nya memiliki keterampilan mendengar? Itulah kenapa telinga manusia ada dua sementara mulut hanya satu. dengarkan dua kali dengan seksama lalu bicaralah sekali, bicara yang menenteramkan dan menghipnotisnya agar setia kepada Anda. 

MENDENGARKAN SANGAT BERARTI BAGI PASANGAN 

Pasangan yang Anda dengarkan dengan tulus, ia merasa dihargai, dicintai, sehingga muncul semangat dirinya dipahami. "Karena wanita ingin dimengerti," Sebaliknya bila seseorang tidak didengarkan ia merasa tidak dicintai, diabaikan, memupuk kekecewaan di dalam dirinya, dan itu tidak baik bagi kesehatan mental, ada yang kurang, hilang, lalu merasa tidak puas.

Untuk memeriksa seberapa bagus cara anda mendengar, apakah saat berbincang dengan pasangan Anda menatap matanya dengan tulus, atau Anda terus fokus pada laptop-layar hp, dan menanggapi cerita pasangan dengan hemmm, iya, ya,. Saran kami, letakkan gadget Anda, hadirlah utuh di hadapan pasangan Anda, Buatlah ia hanya cerita pada Anda, dan tidak mencoba mencari channel lain untuk bercerita. 

Sayangnya banyak orang yang tidak sadar kalau skill listeningnya sangat buruk, sehingga menganggap bahwa hal itu biasa saja, tidak masalah, tidak ada yang memberitahu kalau skill tersebut dapat menjadi perilaku yang buruk, coba perhatikan bagaimana kualitas hubungan yang Anda jalin selama ini? 

MANUSIA MODERN YANG LAPAR EMOSI 

Saya memperhatikan betapa saat ini banyak manusia-manusia yang lapar secara emosi, mereka ingin didengarkan, tidak mau mendengarkan, mereka akan antusias bercerita tentang prestasi dirinya di perusahaan, masa lalunya, bagaimana ia seolah menjadi pahlawan, ingin dipersepsikan sebagai orang penting, punya kekuasaan, wewenang. "GUE HEBAT,"

Bagaimana bila bertemu dengan kelompok seperti ini? Gunakan kebijaksanaan Anda, mungkin sekali waktu Anda dengarkan mereka agar tahu, sampai sejauh mana omongan mereka, atau di lain waktu Anda bilang bahwa Anda sudah ada janji, dan pamit untuk menemui klien Online. Mengadakan Zoom Meeting Public Speaking, Terapi Online dengan klien dari Jayapura, atau tugas-tugas yang sudah menunggu. 

Jangan menghindari mereka, tetaplah berinteraksi, say hello, berbincang sebentar, karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup menyendiri di dalam rumah, meski semua kebutuhan Anda tercukupi.  Ingatlah untuk  memiliki komunitas support yang mendukung Anda,, bahkan bila perlu Anda juga berpolitik, berjejaring untuk mewujudkan impian Anda. 


PRIBADI TERBUKA DAN RENDAH HATI 


Kembali pada pasangan, keluarga, dan teman dekat, bagaimana bila Anda bersedia diam, dan mendengarkan diri sendiri, ketimbang menginterupsi orang lain, berdebat, berselisih paham yang meskipun Anda menang, tetapi membuat pasangan tidak dihargai - merasa kalah. Anda tidak perlu menggunakan reframming dan Sleigt of Mouth untuk semua percakapan dengan pasangan Anda. 

SADARILAH BAHWA MENJADI PENDENGAR YANG BAIK MERUPAKAN SKILL YANG INDAH, HAL INI TIDAKLAH RUMIT, GUNAKAN PENDEKATAN SENI. 



ILYAS AFSOH - 0896.1065.9643
HIPNOTERAPIST & KONSULTAN PERNIKAHAN KELUARGA INDONESIA

GENDAM NUSANTARA 919

Back to Top